About Me

My photo
Jurusan Akuntansi Tahun 2014,Universitas Bangka Belitung GenBi Babel Tahun 2016 K-Drama Lovers K-Pop Lovers Teenlit Lovers

Popular Posts

Blogger templates

Blogger news

Blogroll

About

Powered by Blogger.

Favorite Quote

Favorite Quote

Wikipedia

Search results

About Me

My photo
Jurusan Akuntansi Tahun 2014,Universitas Bangka Belitung GenBi Babel Tahun 2016 K-Drama Lovers K-Pop Lovers Teenlit Lovers

Followers

Saturday, February 18, 2017
Pada kesempata kali ini saya akan menjelaskan sedikit mengenai GNNT,mungkin dari antara pembaca ada yang mengetahui dan ada yang baru dengar masalah GNNT jadi GNNT itu adalah Gerakan Nasional Non Tunai yang digalakkan oleh Bank Indonesia..supaya nggak bingung simak deh,artikel yang saya buat dibawah ini..
ORANG PINTAR UANGNYA NON TUNAI
oleh:Tessa Lonika Limbong
Jurusan Akuntansi 2014,Universitas Bangka Belitung
            Apa yang akan kamu lakukan,jika kamu kehilangan dompetmu,dimana di dalamnya kamu menyimpan uang dalam jumlah yang besar?Apalagi uang tersebut sangat kamu butuhkan,rasanya kamu ingin menobatkan hari itu sebagai hari terburuk dalam hidupmu.Sebagai anak muda terkadang kita sering ceroboh dan berlaku sembarangan dengan barang-barang milik kita,sehingga menyebabkan hilangnya benda-benda berharga kita.Padahal jika kita pintar dan bisa memanfaatkan kemajuan zaman,kita bisa mengatasi kelemahan kita tanpa perlu panik dan bisa merasa tenang.Lantas bagaimana caranya?.
Untuk memberikan solusi atas kejadian ini,maka pemerintah melalui Bank Indonesia,pada tanggal 14 Agustus 2014 telah mencanangkan sebuah strategi baru yang dinamakan GNNT.Apa itu GNNT?Mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian orang.GNNT adalah singkatan dari Gerakan Nasional Non Tunai.GNNT ini merupakan sebuah gerakan nasional yang digunakan untuk mendorong masyarakat menggunakan sistem pembayaran dengan instrument pembayaran non tunai dalam melakukan transaksi pembayaran.Tentu saja tujuan dari GNNT ini adalah untuk meningkatkan penggunaan uang non tunai dalam setiap transaksi yang dilakukan masyarakat.
Dalam benak kita pasti bertanya,mengapa BI perlu membentuk gerakan ini?Jawabannya,karna pemerintah menilai uang tunai memiliki banyak kelemahan,yaitu pertama,seperti pada ilustrasi  di paragraf awal,uang tunai kurang aman dan memiliki resiko jika dibawa langsung.Uang tunai bisa hilang karna kecerobohan kita sendiri atau bisa hilang karna dicuri oleh orang lain.Kedua,melakukan transaksi dengan uang tunai mengakibatkan kita tidak bisa mengontrol pengeluaran yang telah kita lakukan.Di dalam menggunakan uang tunai,jarang sekali kita melakukan pencatatan atas pemasukan dan pengeluaran,yang kita tahu hanya tiba-tiba uang di dompet kita telah habis,tanpa tahu uang tersebut dipakai untuk apa saja.Ketiga,mungkin banyak dari kita yang tidak tahu,jika biaya yang harus dikeluarkan pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia untuk mengelola uang tunai dari mulai tahap perencanaan,pencetakan,pengeluaran,pengedaran,pencabutan dan penarikan sampai dengan tahap pemusnahan cukup besar,padahal biaya tersebut bisa saja dialokasikan untuk biaya-biaya lainnya.Lalu yang keempat dari segi kepraktisannya,uang tunai dinilai kurang praktis.Coba bayangkan,jika kita ingin membeli barang seharga Rp.20.000.000 dan kita harus membawa uang tunai sebanyak itu,pasti repot kan.Dan yang terakhir uang tunai dinilai kurang efisien dalam hal pemanfaatan waktu,dengan menggunakan uang tunai membuat antrian semakin panjang dan cenderung lama,karna terlebih dulu harus menghitung jumlah nominal yang dibayarkan,menghitung sisa kembalian,dan memberikan kembali sisa kembalian uang tersebut.Banyak waktu yang terbuang hanya karena kita harus  mengantri untuk membayar.
 Tahukah kalian?Berdasarkan data yang bersumber dari Mc Kinsey & Company,Asia Pacific Payment Trend,Global Payment Summit,pada tahun 2013,dalam transaksi ritel penggunaan uang tunai di Indonesia masih sangat tinggi dengan jumlah 99,4% dari keseluruhan.Jika kita bandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Singapura yang hanya 55,5%.Sebagai anak muda yang sekiranya lebih peka dengan teknologi kita bisa memulai untuk menggunakan uang non tunai.Yang kembali menjadi pertanyaan,apa saja sih yang termasuk instrument non tunai?.
Instrumen pembayaran non tunai dibagi dua yaitu APMK,dan uang elektronik  (e-money).APMK adalah singkatan dari  Alat Pembayaran Menggunakan Kartu,yang termasuk dalam golongan ini adalah kartu ATM,kartu debet dan kartu kredit.Ketiga APMK tersebut  diselenggarakan oleh industri.Sebagai informasi pada kartu ATM dan/atau kartu debet menggunakan teknologi pita magnetik,sementara pada kartu kredit menggunakan teknologi chip.Kartu-kartu tersebut digunakan sebagai media akses terhadap fitur layanan dari rekening yang dimiliki oleh pemegang,baik rekening simpanan maupun rekening kartu kredit.Fitur yang terdapat pada kartu ATM sangat membantu seperti tarik tunai,cek saldo,transfer dana antar dan intra bank dan fitur lainnya,begitupun dengan kartu debet yang dapat digunakan untuk berbelanja pada pedagang.Sementara itu pada kartu kredit dapat digunakan untuk berbelanja pada atau tarik tunai di ATM,namun kartu kredit memiliki perbedaan dengan dua kartu sebelumnya.Pada kartu ATM dan kartu debet,sumber dananya berasal dari simpanan,sedangkan untuk kartu kredit sumber dananya berasal dari pinjaman(kredit) yang diberikan oleh penerbit kartu,oleh karena itu pada kartu kredit terdapat denda/bunga jika pembayaran dilakukan setelah jatuh tempo/angsuran.
Instrumen pembayaran non tunai yang kedua ialah e-money atau uang elektronik.Uang elektronik adalah sejumlah uang yang terlebih dulu disetor oleh pemiliknya yang kemudian disimpan dalam media tertentu dan fungsi utamanya sebagai alat pembayaran.Perlu diingat uang elektronik bukan simpanan,karna uang elektronik tersebut tidak dijamin dan tidak mendapatkan bunga seperti pada tabungan di bank konvensional.Sederhananya uang elektronik adalah bentuk digital uang-uang yang kita simpan di dompet.Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan uang elektronik adalah transaksi dengan nominal kecil namun sering dilakukan,selain itu transaksinya cepat dilakukan dan digunakan oleh banyak orang.Berdasarkan medianya uang elektronik dibagi menjadi chip based dan server based.Chip based adalah uang elektronik yang disimpan dalam media chip dan transaksinya dilakukan secara offline,contohnya:uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank-bank konvensional.Sementara itu server based adalah uang elektronik yang disimpan dalam server,dan transaksinya dilakukan secara online,contohnya:t-cash oleh Telkomsel dan  Delima oleh Telkom.Implementasi dari uang elektronik ini dapat kita lihat pada penggunaan e-ticketing Trans Jakarta dan e-payment tol Mandiri.Jadi dari penjelasan kedua instrumen pembayaran non tunai di atas,kita bisa memahami bahwa penggunaan APMK cenderung pada transaksi dengan nominal cukup besar sementara uang elektronik,digunakan pada transaksi dengan nominal kecil.
Dilihat dari sisi manfaatnya,tentu banyak manfaat dari penggunaan uang non tunai baik APMK maupun uang elektronik.Dari segi kepraktisan,dengan uang non tunai kita tidak perlu harus mengisi dompet hingga tebal,cukup dengan membawa kartu kita sudah bisa bertransaksi,dengan hal ini kita juga bisa menghindari tindakan kriminal,dan jika memang kita tanpa sengaja kehilangan dompet kita,kita hanya perlu menghubungi pihak penyedia layanan kartu untuk menindaklanjutinya dan kita kembali mendapatkan kartu yang baru,tanpa harus kehilangan uang kita.Lalu dari segi ekonomi,dengan menggunakan uang non tunai bisa membantu meningkatkan sirkulasi uang dalam perekonomian.Manfaat lainnya yang didapat adalah transparansi transaksi,karena terdapat catatan atas transaksi yang kita lakukan.Dengan uang non tunai kita pun dapat memiliki akses yang lebih luas,maksudnya dengan uang non tunai kita bebas bertransaksi,misalnya untuk belanja online dan yang terakhir adalah efisiensi rupiah,karena penggunaan uang non tunai dapat menekan biaya pengelolaan uang rupiah.Nah sudah jelas kan,selain bermanfaat bagi diri sendiri,penggunaan uang non tunai juga memberi manfaat bagi negara.Contoh negara yang berhasil dengan konsep uang elektroniknya adalah Hongkong dan Kenya.Kedua negara ini telah merasakan bagaimana uang non tunai sangat bermanfaat bagi kehidupan mereka.Pertanyaannya,kapan Indonesia bisa menyusul kedua negara tersebut,sejujurnya kita bisa menyusul negara-negara tersebut,jika terdapat kerjasama yang solid antara masyarakat dan pemerintah.
Faktor yang menyebabkan Indonesia tertinggal adalah,meskipun ditawarkan dengan berbagai manfaat,tetap saja penolakan dari masyarakat terjadi,hal ini terjadi karena pola pikir masyarakat yang sempit dan lebih percaya dengan uang tunai yang bisa dilihat langsung oleh mata.Masyarakat sebaliknya menganggap menggunakan uang non tunai malah merepotkan mereka.Pada kehidupan sehari-hari,sebagian besar masyarakat belum memahami keberadaan instrumen non tunai,istilah-istilah pada instrumen non tunai masih terasa asing,karena masyarakat tersebut berpendapat bahwa penggunaan uang non tunai hanya cocok ditujukan untuk kalangan orang kaya.Lalu jika kita memikirkan lebih jauh untuk daerah pedesaan mungkin belum cukup siap untuk peralihan dari uang tunai ke uang non tunai,mengapa?Karena untuk menjalankan sistem uang non tunai diperlukan teknologi yang cukup serta kecepatan komunikasi.Tentu hal ini masih menjadi kendala,mengingat banyak wilayah di Indonesia yang masih tertinggal teknologinya.Ini juga berarti penerapan GNNT di pedesaan terkendala oleh masalah infrastruktur serta pengetahuan masyarakat yang cenderung minim.Di Indonesia sendiri,dalam hal penggunaan uang elektronik terkendala dengan masalah teknis di kehidupan sehari-hari,dimana Indonesia belum memiliki sistem dimana  hanya dengan satu kartu dapat digunakan untuk semua transaksi,mulai dari transportasi,makanan dan layanan umum lainnya.
Mengatasi penolakan masyarakat,pemerintah telah melakukan beberapa hal untuk mewajibkan masyarakat menggunakan uang non tunai,misalnya kewajiban penggunaan e-ticketing pada Trans Jakarta,program bantuan uang non tunai,yaitu BSM,BPJS.Lembaga pemerintah pun akan menggunakan pembayaran non tunai untuk PNBP(Pendapatan Negara Bukan Pajak),serta direncanakan pemerintah akan melakukan pembatasan transaksi tunai.Berkembangnya teknologi telepon seluler juga diharapkan dapat membantu GNNT.Pemerintah juga menggunakan agen individu untuk menjelaskan mengenai pembayaran secara non tunai ini.Untuk menarik minat masyarakat,pemerintah pun dapat bekerjasama dengan bank-bank penerbit kartu,dengan menawarkan kemudahan-kemudahan jika memakai APMK,dengan penawaran-penawaran yang menarik,kiranya dapat mendorong minat masyarakat akan penggunaan uang non tunai.Sekiranya biaya-biaya yang ditetapkan untuk penggunaan non tunai juga tidak memberatkan penggunanya.
Sementara itu untuk mengatasi masalah ketidaksiapan daerah pedesaan dan masalah teknis pada kehidupan sehari-hari,dari segi instrument,infrastruktur,kelembagaan dan mekanisme perlu ditingkatkan lagi.Dari segi instrumen,pemerintah akan meningkatkan lagi tingkat keamanan uang non tunai melalui chip dan PIN,dari segi infrastruktur,pemerintah mungkin bisa secara bertahap membangun infrastruktur di pedesaan agar wilayah tersebut bisa dimasuki oleh teknologi serta kualitas dari perangkat-perangkat yang digunakan harus diperhatikan,agar masyarakat merasa puas.Sementara itu dari segi kelembagaan harus ada penguatan lebih untuk koordinasi antar regulator.Dan terakhir dari segi mekanisme harus ada panduan terhadap proses bisnis dan model bisnis dalam memproses transaksi.Pemerintah bisa mengajak pihak industri untuk bekerja sama dalam mensosialisasikan GNNT ini,sebagai contoh dengan memberlakukan hari non tunai.
Harapan dari GNNT ini tentunya,semakin banyak jumlah masyarakat Indonesia yang menggunakan uang non tunai dalam proses transaksi.Segala bentuk sosialisasi harus sesering mungkin diberikan kepada masyarakat agar masyarakat lebih paham apa itu uang non tunai dan apa saja manfaatnya.Hal mudah yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan penggunaan uang non tunai ini adalah dengan terlebih dahulu menerapkannya pada diri sendiri.Lalu setelah itu,kita dapat mengkomunikasikannya kepada masyarakat yang lain,begitu pun selanjutnya,sehingga lebih banyak masyarakat yang beralih.Salah satu tempat yang saat ini belum menggunakan uang elektronik namun dirasa cocok adalah SPBU,diharapkan kedepannya semakin banyak sarana umum yang menggunakan uang elektronik,karena dengan penggunaan yang sering dan wajib,maka lama kelamaan masyarakat pun akan terbiasa dengan kehadiran uang non tunai.Untuk di Provinsi Bangka Belitung sendiri penggunaan uang non tunai,masih jarang ditemui,namun harapan ke depannya,provinsi ini juga segera menerapkannya begitupun juga dengan provinsi lain di Indonesia.
Saat ini mungkin kita perlu mengkaji ulang istilah “dompet tebal”,dengan GNNT,isi dompet kita tidak harus tebal,namun hal itu bukan berarti kita tidak memiliki uang,sebagaimana pendapat selama ini.Meskipun uang tersebut tidak terlihat namun kita dapat menggunakannya untuk semua transaksi.Bukankah uang tak terlihat namun memiliki banyak manfaat lebih baik dari uang yang terlihat namun memiliki banyak kelemahan.Semakin hari dunia semakin dekat  dengan era digital,dimana semua hal dilakukan dengan waktu yang cepat.Pilihan ada ditangan kita saat ini,meninggalkan pola pikir lama untuk maju atau tetap pada pola pikir lama yang kurang efektif.
 Ayo tunjukkan kontribusimu untuk negeri,dengan beralih ke uang non tunai.

Terimakasih buat yang sudah membaca artikel saya diatas,Saya harap setelah membaca artikel saya ,bisa menambah wawasan bagi para pembaca sekalian mengenai GNNT,dan saya berharap informasi ini bisa bermanfaat bagi semuanya...Dan kita doakan semoga GNNT ini bisa cepat terlaksana dengan baik..

1 comments:

lady mia said...

KABAR BAIK!!!

Nama saya Lady Mia, saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman agar sangat berhati-hati, karena ada penipuan di mana-mana, mereka akan mengirim dokumen perjanjian palsu kepada Anda dan mereka akan mengatakan tidak ada pembayaran di muka, tetapi mereka adalah penipu , karena mereka kemudian akan meminta pembayaran biaya lisensi dan biaya transfer, jadi berhati-hatilah terhadap Perusahaan Pinjaman yang curang itu.

Perusahaan pinjaman yang nyata dan sah, tidak akan menuntut pembayaran konstan dan mereka tidak akan menunda pemrosesan transfer pinjaman, jadi harap bijak.

Beberapa bulan yang lalu saya tegang secara finansial dan putus asa, saya telah ditipu oleh beberapa pemberi pinjaman online, saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman yang sangat andal bernama Ms. Cynthia, yang meminjamkan saya pinjaman tanpa jaminan sebesar Rp800,000,000 (800 juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa konstan pembayaran atau tekanan dan tingkat bunga hanya 2%.

Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya terapkan dikirim langsung ke rekening bank saya tanpa penundaan.

Karena saya berjanji bahwa saya akan membagikan kabar baik jika dia membantu saya dengan pinjaman, sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman dengan mudah tanpa stres atau penipuan

Jadi, jika Anda memerlukan pinjaman apa pun, silakan hubungi dia melalui email nyata: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan atas karunia Allah, ia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan Sety yang memperkenalkan dan memberi tahu saya tentang Ibu Cynthia, ini emailnya: arissetymin@gmail.com

Yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran cicilan pinjaman saya yang akan saya kirim langsung ke rekening perusahaan setiap bulan.

Sepatah kata cukup untuk orang bijak.